gregornet

Motivasi Hidup

"Kebahagiaan terbesar hidup kita adalah melakukan sesuatu yang menurut orang lain tidak bisa kita lakukan"
Tampilkan postingan dengan label Pelatihan Manajerial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelatihan Manajerial. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 September 2024

 
Kupang, gregornet - Selama lima hari, peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan XIV dari berbagai berbagai perangkat daerah kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti kegiatan Studi Lapangan (Stula) yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTT, Ibu Henderina S. Laiskodat, SP, M.Si di Kabupaten Badung, Bali. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 29 Mei hingga 2 Juni 2024, dengan melibatkan berbagai elemen pemerintahan di Kabupaten Badung.
Studi Lapangan adalah agenda aktualisasi kepemimpinan yang merupakan rangkaian kegiatan PKA yang dirancang untuk membekali para peserta dengan keterampilan kepemimpinan yang relevan, serta kemampuan untuk mengelola perubahan dan inovasi di lingkungan kerja masing-masing. Alasan pemilihan Pemerintah Kabupaten Badung  dikarenakan banyak inovasi dan terobosan yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung yang akhirnya menjadi suatu produk/layanan publik yang memiliki dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat sebagai pelanggan sehingga bisa  menjadi rujukan banyak kalangan maupun instansi pemerintah lain untuk mengambil pelajaran, wawasan, dan mengadopsi best practices dalam berinovasi. Di bawah bimbingan Widyaiswara BSPDMD NTT, para peserta mendapatkan wawasan tentang praktik pemerintahan yang efektif di Kabupaten Badung, yang dikenal sebagai salah satu daerah yang berhasil dalam inovasi tata kelola pemerintahan dan pembangunan.

Kegiatan hari pertama studi lapangan ini dimulai dengan keberangkatan rombongan dari Kupang menuju Denpasar-Bali melalui Bandara El Tari Kupang, dilanjutkan dengan pertemuan bersama di Hotel Brits Hotel Legian untuk persiapan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Badung. Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial, Pemerintahan  dan Sosial Kultural, Drs. Yohan A. Bunmo Loban, M.Si dalam arahannya menekankan tujuan studi lapangan yaitu untuk mengetahui dan menyelami praktik-praktik terbaik (best practices) strategi dan manajemen kinerja pelayanan publik  pada dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan diskusi internal 3 (tiga) kelompok untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan tujuan kunjungan ke lokus-lokus yaitu: kelompok, Bappedalitbang, kelompok II, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan kelompok, Dinas Komunikasi & Informatika Kabupaten Badung.

Pada hari kedua, rombongan menuju Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung diterima oleh dan diterima ole, Kepala BKPSDM Kabupaten Badung, Bapak I Gusti Ngurah Jaya Saputra, S.Sos, M.Si, MAP mewakili Bupati Badung. Dalam sambutannya memaparkan berbagai keberhasilan pemerintah demi mewujudkan Visi Pemerintah Kabupaten Badung: Melanjutkan  Kebahagiaan  Masyarakat  Badung Melalui  Pembangunan  Yang  Berlandaskan  Tri Hita Karana. 

Foto bersama di depan Gedung DPRD Badung
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPSDMD Provinsi NTT dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai kepemimpinan yang berbasis hasil serta strategi pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. "Kami berharap kegiatan studi lapangan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi para peserta dalam mengimplementasikan praktik-praktik terbaik yang mereka peroleh di sini ke daerah mereka masing-masing," ujarnya.
Setelah acara pembukaan, Penulis yang dipercayakan lembaga untuk mendampingi para peserta kelompok III, bersama Kepala dan Sekretaris BPSDMD NTT melakukan dialog, diskusi dan observasi lapangan guna memperoleh informasi mengenai praktik terbaik pada Dinas Komunikasi & Informatika Kabupaten Badung. Rombongan diterima oleh Kepala Dinas bersama timnya di ruang Badung Commond Center “Kidung Mangupara” yaitu pusat pemantauan berbagai sektor di Kabupaten Badung.

Foto Bersama di Ruang Badung Commond Center “Kidung Mangupara”
 
Setelah kurang lebih 2 (dua) jam berdialog dengan Kepala Dinas dan timnya, peserta diberi kesempatan mengunjungi beberapa ruangan penting untuk melihat langsung berbagai keunggulan. Peserta merasa sangat puas dengan kunjungan karena dapat lessont learnt berupa inovasi pelayanan, kompetensi SDM, manajemen kinerja, manajemen risiko, planning and budgeting dan pemanfaatan teknologi. Kunjungan ke lokus diakhiri dengan foto bersama di lobi depan Dinas Kominfo Kabupaten Badung.
Foto Bersama di Lobi Depan Dinas Kominfo Kabupaten Badung

Setelah tiba di hotel, peserta melanjutkan diskusi untuk menyusun laporan studi lapangan baik kelompok maupun individu berdasarkan hasil kunjungan ke lokus. Acara hari berakhir dengan penyamaan persepsi dan persiapan materi untuk dilaporkan saat berbagi pengalaman studi lapangan di hari ketiga

Pada hari ketiga, peserta berbagi pengalaman melalui penyampaian laporan hasil studi lapangan yang mereka peroleh selama kunjungan ke lokus. Mereka mengapresiasi berbagai keunggulan yang ada di Kabupaten Badung. Hasil laporan tersebut direspon secara positif oleh Kepala, Sekretaris, Kepala Bidang dan para Widyaiswara BSPDMD Provinsi NTT dengan harapan agar peserta terus belajar dari berbagai keberhasilan dan keunggulan Pemerintah Kabupaten Badung yang terkesan sangat inspiratif dan relevan dengan tantangan yang dihadapi di daerah masing-masing. Kegiatan studi lapangan ini diharapkan menjadi salah satu landasan penting dalam mencetak pemimpin-pemimpin baru yang siap berinovasi dan membawa perubahan positif di lingkungan pemerintahan Provinsi NTT.

Foto Kegiatan Berbagi Pengalaman Stula

Pada hari keempat peserta diberi waktu untuk memperbaiki laporan studi lapangan di bawah bimbingan para Widyaiswara. Selanjutnya  peserta bersama panitia melakukan Study Tour  di beberapa pusat destinasi pariwisata. Pada kesempatan tersebut peserta juga berbelanja di pusat oleh-oleh khas Bali sebelum kembali ke Kupang.

Foto bersama di destinasi pariwisata Sangeh Bali

Pada hari kelima rombongan pulang ke Kupang melalui Bandara Internasional I Ngurah Rai Denpasar Bali. Tak dapat dipungkiri bahwa ada banyak hal positif yang diperoleh selama 5 (lima) hari studi lapangan di Kabupaten Badung. Semoga pengalaman studi lapangan dapat memotivasi sekaligus menginspirasi peserta PKA dalam menyusun Rancangan Aksi Perubahan Kinerja Organisasinya ***

*** Berita ini sudah dimuat pada  https://bpsdmd.nttprov.go.id/berita/detail/studi-lapangan-pka-angkatan-xiv-di-kabupaten-badung-provinsi-bali

Rabu, 25 Agustus 2021

    Pertanyaan reflektif tersebut di atas menghantar kita pada suatu permenungan tentang hakekat pelayanan publik bagi seorang pejabat birokrasi. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mengatur peran dan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat pemersatu bangsa. Secara rasional sebelum melaksanakan tugas pelayanan, seorang pelayan publik pertama-tama harus membaca dan memahami kebijakan-kebijakan publik yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.            

Peserta PKP Provinsi NTT Tahun 2021
      Berdasarkan pemahaman tersebut maka seorang pelayan diharapkan dapat mengimplementasikannya di dalam tugas pokok dan fungsinya di unit kerja masing-masing. Sebagai pelayan publik, para ASN dituntut untuk dapat memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan relevan. Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan tersebut harus ditunjukkan oleh sosok ASN lewat tindakan melayani. Pertanyaannya mengapa harus melayani ? Merujuk pada model kepemimpinan jenis baru, model kemimpinan tersebut memiliki sentuhan untuk melayani orang lain dengan ikhlas, termasuk karyawan, pelanggan, dan masyarakat sebagai prioritas nomor satu, merupakan kepemimpinan melayani (Servant-Leadership). Model kepemimpinan ini lebih menekankan pada peningkatan layanan kepada orang lain, pendekatan holistik untuk bekerja, membangun rasa kebersamaan, dan berbagi kekuasaan dalam pengambilan keputusan. Pemimpin pelayan, adalah pelayan pertama. Hal ini dimulai dengan perasaan alami yang ingin melayani. Kemudian pilihan sadar membawa seseorang untuk bercita-cita memimpin.

     Untuk menguji penerapan kepemimpinan  melayani, pertanyaan terbaik adalah: Apakah mereka yang dilayani tumbuh sebagai pribadi; apakah mereka, sementara dilayani, menjadi lebih sehat, lebih bijaksana, lebih bebas, lebih mandiri, lebih mungkin diri mereka menjadi pelayan. Makna  utamanya adalah bahwa, seorang pemimpin besar pertama kali mengalami sebagai pelayan bagi orang lain, dan fakta sederhana ini adalah pusat dari kebesaran dirinya. Kepemimpinan sejati muncul dari mereka yang motivasi utamanya adalah keinginan mendalam untuk membantu orang lain.

      Pada organisasi pemerintahan, pelayanan publik yang menjadi core business untuk menjawab kepentingan dan kebutuhan masyarakat sangat kompleks dan berubah-ubah, maka dibutuhkan organisasi pemerintahan, dengan para pemimpinnya yang juga harus memiliki kompetensi kepemimpinan melayani, yang mampu menjawab tuntutan kepentingan dan kebutuhan masyarkat yang kompleks dan berubah-ubah, melalui pelayanan publik yang prima.

     Akhirnya, perlu ditemukan jawaban pasti, mengapa pejabat pengawas perlu menerapkan kepemimpinan melayani? Untuk menemukan jawaban, mari kita lihat bersama Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara, Nomor : 1006/K.1/ Pdp.07/2019 tentang Kurikulum Pelatihan Kepemimpinan Pengawas. Kurikulum tersebut mengatur tentang program pelatihan kepemimpinan Pengawas, di mana memberikan ruang bagi para pejabat Pengawas dalam organisasi pemerintah untuk dapat memiliki kompetensi manajerial dan pemerintahan. Kurikulum tersebut lebih mengedepankan aspek pembentukan kompetensi kepemimpinan melayani dan kompetensi kepemimpinan perubahan. Dengan kompetensi ini, para pejabat Pengawas nantinya diharapkan dapat mengaktualisasikan aksi perubahan kinerja pelayanan publik dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sesuai kewenangan yang dimiliki. Dengan kondisi demikian diharapkan para pejabat Pengawas mampu menjawab kepentingan dan kebutuhan masyarakat yang dinamis dan kompleks melalui penerapan kepemimpinan melayani.

Selasa, 24 Agustus 2021

Kurikulum Pelatihan Kepemimpinan Administrator disusun agar peserta dapat memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator dan standar kompetensi pemerintahan untuk administrator sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan

KEPUTUSAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 1008/K.1/PDP.07/2019 TENTANG KURIKULUM PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR

Kurikulum Pelatihan Kepemimpinan Pengawas disusun agar peserta dapat memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan pengawas dan standar kompetensi pemerintahan untuk pengawas sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

KEPUTUSAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 1006/K.1/PDP.07/2019 TENTANG KURIKULUM PELATIHAN KEPEMIMPINAN PENGAWAS